83 Terminologi Ilmu Komunikasi yang Penting untuk dipahami (2026)

Kumpulan 83 terminologi ilmu komunikasi yang sangat penting untuk dipahami diera modern

Scroll to read
Tentang Penulis

Letario Prodeo, S.Sn, M.I.Kom

First Published : 02/01/2026Last Modified : 19/01/2026

Share Artikel

Ilmu komunikasi merupakan bidang yang mempelajari bagaimana manusia menciptakan dan membagi makna untuk membangun budaya serta hubungan sosial. Mulai dari proses berpikir dalam diri sendiri hingga cara media massa memengaruhi pandangan dunia, pemahaman akan istilah dasar komunikasi menjadi kunci penting dalam kehidupan modern.

Artikel ini disusun untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai terminologi utama dalam ilmu komunikasi. Dengan memahami terminologi dalam ilmu komunikasi, anda akan lebih mudah mengenali mekanisme di balik setiap pesan yang kita terima dan kirimkan setiap hari, baik dalam hubungan pribadi maupun di ruang publik digital.

Daftar Terminologi dalam Komunikasi

Affordances

Kemungkinan tindakan yang tersedia dalam lingkungan digital. Konsep ini mencakup Persistence (ketahanan rekaman konten), Replicability (kemudahan duplikasi), Scalability (potensi visibilitas luas), dan Searchability (kemudahan konten ditemukan melalui mesin pencari).

Agenda-Setting

Teori yang menyatakan bahwa media massa memiliki kekuatan untuk memengaruhi kepentingan suatu isu di mata publik. Media tidak menentukan apa yang harus dipikirkan audiens, tetapi menentukan isu apa yang penting untuk dipikirkan.

Algorithmic Bias

Kesalahan sistematis dalam sistem komputer atau kecerdasan buatan yang menghasilkan keluaran tidak adil. Hal ini sering kali memperkuat ketidaksetaraan sosial atau diskriminasi terhadap kelompok tertentu.

Artistic Proofs

Tiga pilar persuasi menurut Aristoteles yang digunakan untuk meyakinkan audiens. Pilar tersebut meliputi Ethos (kredibilitas pembicara), Logos (penggunaan logika dan bukti), dan Pathos (sentuhan emosi terhadap audiens).

Attention Economy (Ekonomi Atensi)

Kerangka di mana perhatian audiens dipandang sebagai komoditas atau sumber daya yang terbatas dan bernilai tinggi yang diperebutkan oleh penyedia konten dan platform digital

Context Collapse (Runtuhnya Konteks)

Dinamika dalam ruang digital di mana kurangnya batas spasial, sosial, dan temporal membuat individu sulit untuk mempertahankan konteks sosial yang berbeda (misalnya, berinteraksi dengan teman sekolah sekaligus atasan di platform yang sama)

Chronemics

Studi tentang bagaimana penggunaan waktu memengaruhi proses komunikasi dan persepsi manusia. Hal ini mencakup ketepatan waktu, durasi interaksi, dan bagaimana waktu digunakan untuk menunjukkan status atau minat.

Classical Arrangement (Cicero)

Struktur enam bagian pidato atau teks klasik menurut Cicero. Bagian tersebut terdiri dari Exordium (pengantar), Narratio (pernyataan fakta), Partitio (pembagian isu), Confirmatio (bukti), Refutatio (penolakan argumen lawan), dan Peroratio (kesimpulan).

Coding

Proses teknis dalam penelitian kualitatif yang melibatkan pelabelan dan pengorganisasian data. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi tema, pola, atau kategori tertentu dari hasil observasi atau wawancara.

Cognitive Complexity

Tingkat kesulitan atau kesederhanaan proses mental seseorang saat mengolah informasi sosial. Individu dengan kompleksitas kognitif tinggi cenderung lebih mampu memahami situasi sosial yang rumit dari berbagai perspektif.

Conflict (Konflik)

Proses interaktif yang terjadi ketika pihak-pihak yang saling bergantung memiliki perbedaan keyakinan, tujuan, atau nilai yang dianggap tidak kompatibel satu sama lain.

Critical Theory

Analisis tentang bagaimana media mencerminkan, mempertahankan, dan melegitimasi struktur kekuasaan yang ada serta mempromosikan ideologi dominan dan budaya konsumen

Cultivation Theory

Teori yang menjelaskan bahwa paparan media jangka panjang, terutama televisi, dapat membentuk persepsi penonton tentang realitas sosial. Hal ini sering dikaitkan dengan Mean World Syndrome, yaitu anggapan bahwa dunia lebih berbahaya dari kenyataan sebenarnya.

Danger Control

Tindakan perlindungan yang diambil individu saat menghadapi pesan ketakutan. Kondisi ini terjadi ketika seseorang menganggap ancaman yang ada cukup serius dan merasa mampu melakukan solusi yang ditawarkan.

Data Saturation

Titik dalam penelitian kualitatif di mana pengumpulan data tidak lagi memberikan informasi baru. Pada tahap ini, peneliti memutuskan untuk berhenti mengumpulkan data karena tema-tema yang muncul sudah berulang.

Denotasi dan Konotasi

Denotasi merujuk pada makna literal atau definisi kamus dari sebuah kata. Sementara itu, konotasi merujuk pada makna emosional, nilai budaya, atau asosiasi sekunder yang melekat pada kata atau simbol tersebut.

Echo Chamber

Lingkungan informasi tertutup di mana suatu keyakinan terus diperkuat melalui komunikasi yang berulang. Dalam ruang ini, individu terisolasi dari sudut pandang yang berbeda atau argumen yang bertentangan.

Efficacy Appraisal

Proses penilaian terhadap kemanjuran suatu solusi dalam komunikasi kesehatan. Penilaian ini terdiri dari Response Efficacy (apakah solusi tersebut efektif) dan Self-Efficacy (apakah individu mampu melakukan tindakan tersebut).

Elaboration Likelihood Model (ELM)

Menjelaskan dua rute persuasi: Rute Sentral (melalui pemikiran mendalam pada kualitas argumen) yang menghasilkan perubahan sikap permanen, dan Rute Periferal (melalui isyarat permukaan seperti daya tarik pembicara) yang menghasilkan perubahan sementara

Elemen Utama Komunikasi

Komponen dasar yang membangun proses komunikasi. Elemen ini meliputi Sender (pengirim), Message (pesan), Channel (media), Receiver (penerima), Feedback (umpan balik), Context (lingkungan), dan Noise (gangguan).

Episodic vs. Thematic Framing

Framing episodik berfokus pada peristiwa atau insiden spesifik, sedangkan framing tematik menempatkan isu dalam konteks tren sosial yang lebih luas atau fungsi sistemik

Epistemic Bubble

Jaringan informasi di mana sumber-sumber penting telah dikeluarkan secara tidak sengaja melalui kelalaian. Berbeda dengan echo chamber, gelembung ini dapat “dipecahkan” hanya dengan memaparkan fakta-fakta yang hilang kepada anggotanya

Extended Parallel Processing Model (EPPM)

Kerangka kerja komunikasi kesehatan yang menjelaskan bagaimana manusia memproses pesan yang mengandung unsur ketakutan melalui penilaian ancaman dan penilaian kemanjuran solusi.

Fear Control

Respons maladaptif yang terjadi ketika seseorang merasa terancam namun tidak merasa memiliki kemampuan untuk mengatasinya. Respons ini biasanya berupa penolakan, penghindaran, atau manipulasi pesan.

Filter Bubble

Hasil dari algoritme internet yang menyajikan konten hanya berdasarkan perilaku masa lalu pengguna. Fenomena ini menyebabkan pengguna terisolasi dari informasi baru yang mungkin bertentangan dengan pandangan mereka.

Framing

Cara media atau komunikator memilih, menyoroti, atau mengaburkan aspek tertentu dari sebuah informasi. Tujuannya adalah untuk mengarahkan audiens agar menginterpretasikan pesan dengan cara tertentu.

Gunnysacking

Perilaku dalam komunikasi interpersonal di mana seseorang menyimpan keluhan atau konflik masa lalu di dalam karung imajiner untuk kemudian dikeluarkan sekaligus saat terjadi konflik baru.

Haptics

Studi mengenai penggunaan sentuhan sebagai bentuk komunikasi nonverbal. Sentuhan dapat menyampaikan berbagai makna mulai dari kasih sayang, kekuasaan, hingga formalitas sosial.

Hubungan Media (Media Relations)

Terminilogi dalam Public Relations yang bertindak sebagai penghubung antara organisasi dan media, mengandalkan sumber-sumber kredibel untuk mendapatkan cakupan berita yang positif

Impression Management

Strategi sadar atau tidak sadar yang dilakukan individu untuk memengaruhi persepsi orang lain terhadap citra atau identitas diri mereka selama interaksi sosial.

Kairos

Konsep retorika yang menekankan pada pentingnya waktu, tempat, dan momen yang tepat untuk menyampaikan sebuah argumen agar mendapatkan hasil maksimal.

Kinesics

Studi tentang gerakan tubuh, tangan, dan wajah sebagai pesan nonverbal. Konsep ini mencakup Emblems (isyarat bermakna verbal), Illustrators (penekanan kata), dan Regulators (pengatur alur bicara).

Komunikasi

Proses dinamis untuk menghasilkan makna melalui pengiriman dan penerimaan simbol serta tanda. Proses ini selalu dipengaruhi oleh konteks fisik, sosial, dan emosional di mana interaksi terjadi.

Komunikasi Ekspresif dan Reseptif

Komunikasi ekspresif adalah kemampuan atau proses untuk mengirimkan pesan baik secara verbal maupun nonverbal. Komunikasi reseptif adalah kemampuan untuk menerima, mengolah, dan memahami pesan yang masuk.

Komunikasi Internal

Komunikasi yang dilakukan oleh pemimpin untuk membangun kepercayaan dan kepuasan karyawan, sering kali menggunakan media seperti memorandum (memo)

Logical Fallacies

Kesalahan dalam penalaran yang merusak validitas sebuah argumen. Contohnya meliputi Ad Hominem (menyerang pribadi), Post Hoc (salah menyimpulkan sebab-akibat), dan Circular Argument (argumen berputar).

Looking-Glass Self

Konsep psikologis yang menyatakan bahwa citra diri seseorang terbentuk berdasarkan persepsi mereka tentang bagaimana orang lain melihat dan menilai mereka dalam interaksi sosial.

Manajemen Krisis (Crisis Communication)

Terminologi dalam Public Relations yang bertujuan untuk menstabilkan organisasi selama krisis melalui penyampaian informasi yang akurat, transparan, dan penuh empati guna melindungi reputasi korporat

Mainstreaming

Fenomena di mana paparan media yang berat menyebabkan homogenisasi persepsi dan sikap di antara individu-individu yang beragam dalam masyarakat karena mereka mengadopsi narasi media sebagai realitas bersama

Media Ecology (Ekologi Media)

Studi tentang hubungan antara alam, budaya, dan media, serta bagaimana hubungan manusia dan politik berdampak pada lingkungan yang pada gilirannya mengondisikan pemahaman kita tentang alam

Mindfulness

Keadaan mental di mana seseorang fokus sepenuhnya pada aktivitas saat ini dengan sikap terbuka dan tidak menghakimi terhadap informasi yang diterima.

Minimal Efek Model

Pandangan bahwa pengaruh media tidak cukup kuat untuk mengubah reaksi audiens secara total, berlawanan dengan Strong Effects Model yang menganggap media mampu mengubah reaksi audiens secara signifikan

Model Aksi (Linear)

Pandangan komunikasi sebagai proses satu arah. Dalam model ini, informasi dikirim dari sumber menuju penerima tanpa adanya mekanisme umpan balik yang langsung atau berkelanjutan.

Model Aliran Dua Tahap (Two-Step Flow)

Model ini mengusulkan bahwa pesan dari media massa tidak langsung mengenai audiens secara luas. Pesan tersebut mencapai pemimpin opini (opinion leaders) terlebih dahulu, yang kemudian menafsirkan dan menyebarkannya kepada orang lain dalam jaringan sosial mereka.

Model Bawang (Onion Model)

Model yang digunakan untuk mengilustrasikan berbagai level atau lapisan perlindungan dalam sistem yang kompleks dan berisiko tinggi. Model ini sering diterapkan dalam pengaturan perawatan kesehatan untuk menggambarkan lapisan pertahanan terhadap kesalahan.

Model Encoding/Decoding

Konsep yang menyatakan bahwa setiap informasi dapat dikodekan dalam berbagai cara. Setiap pesan dianggap memiliki lebih dari satu makna karena proses pembuatan makna bersifat budaya dan subjektif, bukan sesuatu yang terjadi secara alami.

Model Interaksi

Model ini menjelaskan komunikasi sebagai proses di mana partisipan bergantian posisi sebagai pengirim dan penerima. Makna dihasilkan melalui pengiriman pesan serta penerimaan umpan balik yang terjadi dalam konteks fisik dan psikologis tertentu.

Model Jarum Hipodermik (Hypodermic Needle/Magic Bullet)

Sebuah model awal dalam komunikasi massa yang menunjukkan bahwa pesan media memiliki pengaruh langsung, kuat, dan seragam terhadap audiens. Audiens dianggap pasif dan pesan masuk seperti peluru yang ditembakkan atau cairan yang disuntikkan.

Model Kait (Hook Model)

Model yang digunakan dalam analisis data kualitatif dan keterlibatan pengguna. Model ini biasanya menjelaskan bagaimana sebuah produk atau pesan dapat menciptakan kebiasaan bagi penggunanya melalui siklus pemicu dan tindakan.

Model Konstruktivis

Model komunikasi yang berfokus pada proses negosiasi makna atau pembangunan landasan bersama (common ground). Fokus utamanya adalah bagaimana individu secara aktif membangun pemahaman selama interaksi berlangsung.

Model Percakapan (Conversation Model)

Model yang digunakan dalam kritik terhadap retorika tradisional. Model ini mempertahankan pandangan bahwa tujuan retorika bukan sekadar membujuk orang lain, melainkan sebuah bentuk interaksi untuk mencapai pemahaman bersama.

Model Propaganda

Penjelasan mengenai teks media yang tujuannya bukan untuk menginformasikan debat masyarakat yang kritis secara rasional. Sebaliknya, model ini digunakan untuk menormalisasi ideologi tertentu di tengah masyarakat.

Model Transaksional

Model yang memandang komunikasi sebagai proses dua arah yang dinamis. Dalam model ini, setiap partisipan bertindak sebagai pengirim dan penerima pesan secara bersamaan dalam waktu nyata.

Model S-TLC

Sebuah metode yang digunakan dalam manajemen konflik interpersonal. Singkatan ini terdiri dari empat langkah praktis yaitu Stop (Berhenti), Think (Berpikir), Listen (Mendengarkan), dan Communicate (Berkomunikasi).

Model SBAR

Protokol komunikasi standar yang digunakan dalam lingkungan klinis untuk menjaga kesadaran situasional dan mencegah kesalahan medis. Protokol ini terdiri dari Situation (Situasi), Background (Latar Belakang), Assessment (Penilaian), dan Recommendation (Rekomendasi).

Model Swiss Cheese

Model analisis kecelakaan yang menggambarkan bagaimana kegagalan sistem terjadi. Kegagalan terjadi ketika berbagai hambatan keselamatan (yang diibaratkan lapisan keju) memiliki kelemahan (lubang) yang sejajar satu sama lain sehingga terjadi insiden.

Networked Gatekeeping

Model yang menjelaskan bagaimana informasi mengalir dan diprioritaskan melalui jaringan digital yang saling terhubung, berbeda dengan penjagaan gerbang tradisional yang dilakukan oleh lembaga pusat seperti editor berita

Networked Publics

Ruang publik yang direstrukturisasi oleh teknologi jaringan, yang secara bersamaan merupakan ruang digital dan kolektif imajiner yang muncul dari persilangan antara orang, teknologi, dan praktik sosial

Parasocial Interaction (PSI)

Fenomena di mana konsumen media merasa terlibat dalam hubungan interpersonal satu arah yang imajiner dengan tokoh media (selebriti atau karakter film), yang dipengaruhi oleh gaya percakapan dan isyarat nonverbal tokoh tersebut

Parasocial Relationship (PSR)

Tingkatan yang lebih dalam dari PSI, di mana audiens mengembangkan perasaan kasih sayang, loyalitas, dan keterikatan yang berkelanjutan terhadap tokoh media seiring berjalannya waktu

Penalaran (Reasoning)

Metode berpikir dalam penelitian dan retorika yang mencakup Deduktif (umum ke khusus), Induktif (khusus ke umum), dan Abduktif (mencari penjelasan yang paling mungkin berdasarkan bukti).

Political Economy of Media

Pendekatan yang menekankan bahwa politik dan ekonomi tidak terpisahkan, dengan fokus pada bagaimana media diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi daripada hanya menganalisis tanda dan simbol

Prosumer

Istilah yang menggabungkan peran “produser” dan “konsumen” untuk mendeskripsikan audiens modern sebagai partisipan interaktif yang tidak hanya mengonsumsi tetapi juga menciptakan konten dalam budaya konvergensi digital

Proxemics

Studi tentang bagaimana manusia menggunakan ruang fisik dan jarak antara satu sama lain untuk berkomunikasi. Jarak ini sering kali mencerminkan tingkat keintiman atau status sosial.

Qualitative Research

Metode penelitian yang fokus pada pemahaman mendalam terhadap fenomena sosial melalui data berupa kata-kata, gambar, dan observasi langsung dari sudut pandang partisipan.

Quantitative Research

Metode penelitian yang menggunakan data numerik dan analisis statistik. Tujuannya adalah untuk menguji hipotesis, melihat hubungan sebab-akibat, dan melakukan generalisasi dari sampel ke populasi.

Resonance (Resonansi)

Terjadi ketika pengalaman nyata penonton di dunia luar sesuai dengan penggambaran di televisi, sehingga memberikan “dosis ganda” pesan media yang memperkuat efek kultivasi secara signifikan

Rhetoric (Retorika)

Seni berkomunikasi secara efektif untuk meyakinkan atau memberikan kesan menyenangkan kepada audiens, terutama dalam situasi yang melibatkan perdebatan atau ketidakpastian.

Self-Concept (Konsep Diri)

Kumpulan keyakinan individu mengenai identitas mereka sendiri. Konsep ini terdiri dari Self-Image (pandangan diri), Self-Worth (harga diri), Ideal-Self (aspirasi diri), dan Actual-Self (atribut nyata).

Segitiga Makna (Triangle of Meaning)

Model yang menunjukkan hubungan antara pikiran (thought), simbol (symbol), dan referen (referent). Model ini menyoroti bahwa hubungan antara simbol dan benda nyata yang diwakilinya sebenarnya bersifat tidak langsung.

Segitiga Semantik (Semantic Triangle)

Sebuah diagram yang mengilustrasikan bagaimana sebuah kata merujuk pada pikiran manusia terlebih dahulu sebelum akhirnya merujuk pada benda atau objek nyata itu sendiri.

Semiotika

Disiplin ilmu yang mempelajari tanda dan simbol. Unsur utamanya adalah Signifier (bentuk fisik tanda seperti suara atau gambar) dan Signified (konsep mental atau makna yang dilekatkan pada tanda tersebut).

Sleeper Effect

Fenomena psikologis di mana pengaruh pesan persuasif justru meningkat seiring berjalannya waktu meskipun awalnya dikaitkan dengan sumber yang tidak kredibel, karena audiens cenderung mengingat konten pesan tetapi melupakan sumbernya

Social Mediated Crisis Communication Model

Model yang khusus dikembangkan untuk memahami dinamika komunikasi krisis dalam lingkungan media sosial. Model ini memetakan bagaimana informasi krisis menyebar dan direspon oleh publik melalui platform digital.

Situational Awareness

Tingkat persepsi dan pemahaman seseorang terhadap sebuah situasi atau krisis. Hal ini mengukur seberapa akurat gambaran mental seseorang dibandingkan dengan realitas objektif yang terjadi.

Social Penetration Theory

Teori yang menjelaskan perkembangan keintiman dalam hubungan interpersonal. Hubungan menjadi lebih dalam melalui proses Self-Disclosure (pengungkapan diri) yang dilakukan secara bertahap dari lapisan luar ke lapisan pribadi.

Source Credibility Theory (Teori Kredibilitas Sumber)

Source Credibility Theory (Teori Kredibilitas Sumber) adalah bidang penelitian komunikasi yang berfokus pada bagaimana persepsi audiens terhadap pengirim pesan memengaruhi penerimaan dan efektivitas pesan tersebut

Statistics

Metode matematika untuk mengolah data penelitian. Terbagi menjadi Descriptive Statistics untuk menggambarkan karakteristik data dan Inferential Statistics untuk menarik kesimpulan tentang populasi berdasarkan sampel.

Tahap Relasional (Coming Apart)

Tahapan memudarnya hubungan yang terdiri dari Differentiating (pencarian identitas terpisah), Circumscribing (pembatasan komunikasi), Stagnating (kemandekan), Avoiding (penghindaran), dan Terminating (akhir hubungan).

Tahap Relasional (Coming Together)

Tahapan pembangunan hubungan yang terdiri dari Initiating (perkenalan), Experimenting (pencarian kesamaan), Intensifying (peningkatan keintiman), Integrating (penyatuan identitas), dan Bonding (komitmen publik).

Technological Determinism

Teori yang menganggap bahwa bentuk teknologi tertentu memiliki dampak spesifik yang secara langsung menentukan struktur dan perkembangan masyarakat

Teori Akomodasi Komunikasi (Communication Accommodation Theory)

Teori yang mengeksplorasi mengapa dan bagaimana orang mengubah gaya komunikasi mereka seperti nada, bahasa, atau kecepatan bicara. Tujuannya adalah agar sesuai dengan atau berbeda dari mitra bicara guna membangun hubungan atau mempertahankan identitas.

Teori Ketergantungan Media (Media Dependency Theory)

Teori yang menyatakan bahwa semakin individu bergantung pada media untuk memenuhi kebutuhan mereka, semakin besar pengaruh media tersebut terhadap keyakinan mereka. Hal ini biasanya menguat selama periode ketidakpastian sosial atau krisis.

Terror Management Health Model (TMHM)

Model psikologis yang menyatakan bahwa ketakutan akan kematian memicu respons sadar dan tidak sadar. Dalam konteks kesehatan, audiens mungkin berpegang teguh pada pandangan dunia yang memberi mereka harga diri daripada merespons ancaman kesehatan secara rasional.

Threat Appraisal

Proses penilaian terhadap ancaman dalam pesan kesehatan. Penilaian ini melibatkan Perceived Severity (seberapa serius bahaya tersebut) dan Perceived Susceptibility (seberapa besar risiko seseorang terkena bahaya).

Triangulation (Triangulasi)

Teknik meningkatkan validitas penelitian dengan menggabungkan berbagai metode, sumber data, teori, atau peneliti yang berbeda dalam satu studi.

Uncertainty Reduction Theory

Teori yang menyatakan bahwa manusia memiliki dorongan untuk mencari informasi tentang orang lain guna mengurangi ketidakpastian dan kecemasan saat berada dalam interaksi awal.

Uses and Gratifications

Teori media yang memandang audiens sebagai partisipan aktif. Audiens secara sengaja memilih jenis media tertentu untuk memenuhi kebutuhan psikologis atau sosial mereka sendiri.

Vocalics/Paralanguage

Aspek vokal dari komunikasi nonverbal yang tidak melibatkan kata-kata. Hal ini mencakup nada bicara, volume, tempo, penekanan vokal, dan Dysfluencies seperti bunyi ehem atau jeda vokal lainnya.

More from this Author

7 Elemen Vital dan Studi Kasus Memahami Konsep Komunikasi 2026 untuk Profesional
Memahami Konsep Komunikasi : 7 Elemen Vital dalam Komunikasi dan Studi Kasus (2026)
Efek & studi kasus komunikasi, serta solusi strategis membangun reputasi perusahaan/industri

1 comment

  • Halo, apakah bisa masukkan juga teori-teori persepsi, perspektif dan model-model komunikasi lainyya?

Leave your comment